Wisata Lombok - Indonesia memiliki begitu banyak objek objek wisata keren, salah satunya adalah Pulau Lombok. Bahkan wilayah Indonesia Timur ini menjadi destinasi nomor 1 yang begitu di incar dunia akhirat iri ini. Keindahan pulau Lombok perlahan menjadi buah bibir bagi wisatawan asing. Betapa tidak, sebuah situs besar luar negeri "Luxuryretreats " menyebutkan bahwa ada beberapa destinasi wisata di seluruh dunia yang akan menjadi favorite di tahun mendatang dan salah satunya adalah Lombok.
Ketertarikan para wisatawan asing perlahan mengincar Pulau Lombok sebagai salah satu tujuan wisata yang wajib dikunjunginya. Bisa jadi hal itu karena mereka telah merasakan kebosanan di Pulau Dewata Bali. Dan Lombok menjadi nomor urut pertama dari tiga destinasi favorite dalam berita yang dibahas.
- Lombok - Indonesia
Pulau Lombok yang terletak di Provinsi NTB mulai ramai dikunjungi para wisatawan karena memiliki pesona alam yang masih alami dan belum tersentuh tangan manusia. Jika anda sering berwisata ke Bali, kini saatnya anda melirik Lombok dan menjadikan
Lombok sebagai tujuan berlibur yang baru.
Wisata Gili Trawangan Lombok (c)
Di Lombok, tidak akan anda temukan kebisingan atau kemacetan akibat lalu lintas yang padat. Karena alam dan lingkungan yang masih terjaga kelestariannya, pikiran dan suasana hati pun akan menjadi adem dan segar. Anda bisa menyewa Motor atau Mobil seharian untuk sekedar bisa mengelilingi pantai pantai Lombok yang menakjubkan. Selain Pantai, anda juga bisa melihat dan mendaki ke lereng Gunung Rinjani yang kini menjadi salah satu ikon Pariwisata Geopark Lombok. Tidak hanya itu, anda juga bisa mengeksplorasi perumahan-perumahan tradisional dan desa-desa adat yang menganut budaya yang mengental di keseharian masyarakatnya. Bagi anda yang yang suka snorkeling, tentu tidak ada alasan lagi untuk tidak mencoba menikmati Keindahan bawah laut Gili Trawangan Lombok.
Infoku
Minggu, 30 Oktober 2016
Saat ini kita patut bersyukur karena hidup pada era yang kemajuan teknologi begitu pesat dan luar biasa dalam membantu kelangsungan hidup manusia. Hampir semua aktivitas manusia saat ini dibantu oleh karya teknologi, tidak bisa dipungkiri bahwa karya dari sebuah teknologi ini membuat aktivitas manusia lebih efektif dan efisien.
Salah satu perkembangan teknologi yang begitu maju ada pada dunia kesehatan. Berbagai macam alat canggih hasil dari sebuah penelitian yang luar biasa yang bisa menyokong dan membantu dalam proses intervensi kedokteran, termasuk tentang berbagai macam pembedahan, Transplantasi organ, kloning sel, IVF atau yang lebih kita kenal dengan sebutan bayi tabung dan lain sebagainya, ini semua adalah temuan baru yang luar biasa berkat sebuah kemajuan teknologi.
Berbicara tentang transplantasi, kita akan terfokus pada penggantian suatu organ yang tidak berfungsi dengan organ milik orang lain yang masih berfungsi, baik dari orang lain yang masih hidup ataupun yang sudah meninggal yang organnya masih berfungsi dengan baik. Kita mungkin sudah sering mendengar orang melakukan proses transplantasi ini demi menyelamatkan orang yang dicintainya atau karena alasan lain seperti masalah ekonomi, memberi manfaat dan keterpaksaan. Orang awam biasanya lebih menegenal istilah transplantasi ini dengan sebutan donor organ, yah memang betul, secara mudahnya kita sebut transplantasi sebagai sebuah proses donor organ pada orang lain.
Ada sebuah kabar terbaru di Amerika yang mengatakan bahwa proses transplantasi pada uterus gagal lagi. Uterus atau rahim pada seorang wanita sering mengalami kegagalan dalam proses transplantasi, tidak seperti transplantasi pada organ lainnya. Bahkan disebutkan dari 4 orang yang melakukan donor rahim di Amerika saat ini, hanya satu yag berhasil dan sisanya (tiga orang) gagal total. Begitu juga data yang sedikit lebih besar dikeluarkan WHO selaku Organisasi Kesehatan Dunia memberikan sebuah klarifikasi bahwa sejauh ini hanya ada 16 proses transplantasi uterus di dunia, 8 berhasil dan sisa lainnya gagal total.
Dr. Alexander Maskin dan Dr. Andreas Zsakis selaku Asisten Professor Bedah di
Baylor University Medical Center, Dallas memberikan beberapa alasan mengapa proses transplantasi uterus ini sangat sulit dilakukan dan sering mengalami kegagalan, menurutnya ada beberapa faktor penting yang menyebabkan kegagalannya diantaranya ketidakcocokan organ penerima dengan dengan organ donor, ketidaksesuaian aliran darah dari organ donor dan organ penerima, terdapat infeksi pada bekas transplantasi khususnya jamur, dan terakhir adalah letak uterus yang berada di dalam panggul dengan keadaan yang begitu kompleks yaitu dengan banyaknya pembuluh darah sehingga menyebabkan proses transplantasi begitu lama dan ekstra hati-hati.
Maskin dan Zsakis meyakini bahwa masalah-masalah ini akan segera bisa diminimalisir demi mencapai tujuan transplantasi yang lebih bai. Tiga dekade terakhir, proses transplantasi pada ginjal membutuhkan waktu diatas 10 jam, tapi saat ini cukup setengah jam proses transplantasi ginjal sudah selesai dilaksanakan, semoga transplantasi uterus juga demikian dengan kemajuan dan perkembangan teknologi selanjutnya.
Sejauh ini, proses transplantasi yang telah berhasil pada satu dari empat orang tadi memberikan perkembangan semakin baik dan tidak ada tanda-tanda penolakan dari organ tubuh penerima, dan mereka optimis bahwa keberhasilan pertama di Amerika ini akan menjadi patokan dalam menjalankan proses transplantasi uterus selanjutnya.
Semoga dengan semakin berkembangnya teknologi dan penemuan-penemuan terbaru bisa membantu proses pelaksanaan transplantasi uterus atau donor rahim ini, sehingga bisa membantu mereka dalam mengoptimalkan fungsi rahim terutama dalam proses pembuahan, kehamilan dan persalinan pada seorang wanita, Semoga.
Salah satu perkembangan teknologi yang begitu maju ada pada dunia kesehatan. Berbagai macam alat canggih hasil dari sebuah penelitian yang luar biasa yang bisa menyokong dan membantu dalam proses intervensi kedokteran, termasuk tentang berbagai macam pembedahan, Transplantasi organ, kloning sel, IVF atau yang lebih kita kenal dengan sebutan bayi tabung dan lain sebagainya, ini semua adalah temuan baru yang luar biasa berkat sebuah kemajuan teknologi.
Berbicara tentang transplantasi, kita akan terfokus pada penggantian suatu organ yang tidak berfungsi dengan organ milik orang lain yang masih berfungsi, baik dari orang lain yang masih hidup ataupun yang sudah meninggal yang organnya masih berfungsi dengan baik. Kita mungkin sudah sering mendengar orang melakukan proses transplantasi ini demi menyelamatkan orang yang dicintainya atau karena alasan lain seperti masalah ekonomi, memberi manfaat dan keterpaksaan. Orang awam biasanya lebih menegenal istilah transplantasi ini dengan sebutan donor organ, yah memang betul, secara mudahnya kita sebut transplantasi sebagai sebuah proses donor organ pada orang lain.
Ada sebuah kabar terbaru di Amerika yang mengatakan bahwa proses transplantasi pada uterus gagal lagi. Uterus atau rahim pada seorang wanita sering mengalami kegagalan dalam proses transplantasi, tidak seperti transplantasi pada organ lainnya. Bahkan disebutkan dari 4 orang yang melakukan donor rahim di Amerika saat ini, hanya satu yag berhasil dan sisanya (tiga orang) gagal total. Begitu juga data yang sedikit lebih besar dikeluarkan WHO selaku Organisasi Kesehatan Dunia memberikan sebuah klarifikasi bahwa sejauh ini hanya ada 16 proses transplantasi uterus di dunia, 8 berhasil dan sisa lainnya gagal total.
Dr. Alexander Maskin dan Dr. Andreas Zsakis selaku Asisten Professor Bedah di
Baylor University Medical Center, Dallas memberikan beberapa alasan mengapa proses transplantasi uterus ini sangat sulit dilakukan dan sering mengalami kegagalan, menurutnya ada beberapa faktor penting yang menyebabkan kegagalannya diantaranya ketidakcocokan organ penerima dengan dengan organ donor, ketidaksesuaian aliran darah dari organ donor dan organ penerima, terdapat infeksi pada bekas transplantasi khususnya jamur, dan terakhir adalah letak uterus yang berada di dalam panggul dengan keadaan yang begitu kompleks yaitu dengan banyaknya pembuluh darah sehingga menyebabkan proses transplantasi begitu lama dan ekstra hati-hati.
Maskin dan Zsakis meyakini bahwa masalah-masalah ini akan segera bisa diminimalisir demi mencapai tujuan transplantasi yang lebih bai. Tiga dekade terakhir, proses transplantasi pada ginjal membutuhkan waktu diatas 10 jam, tapi saat ini cukup setengah jam proses transplantasi ginjal sudah selesai dilaksanakan, semoga transplantasi uterus juga demikian dengan kemajuan dan perkembangan teknologi selanjutnya.
Sejauh ini, proses transplantasi yang telah berhasil pada satu dari empat orang tadi memberikan perkembangan semakin baik dan tidak ada tanda-tanda penolakan dari organ tubuh penerima, dan mereka optimis bahwa keberhasilan pertama di Amerika ini akan menjadi patokan dalam menjalankan proses transplantasi uterus selanjutnya.
Semoga dengan semakin berkembangnya teknologi dan penemuan-penemuan terbaru bisa membantu proses pelaksanaan transplantasi uterus atau donor rahim ini, sehingga bisa membantu mereka dalam mengoptimalkan fungsi rahim terutama dalam proses pembuahan, kehamilan dan persalinan pada seorang wanita, Semoga.
Langganan:
Komentar (Atom)